JABON (JATI AMBON)
PERAWATAN JABON ( JATI AMBON )
Jabon – Proses Perawatan Bibit Jabon
sangatlah sederhana, dengan cara penyiraman setiap hari dan dilakukan
penyemprotan baik itu pestisida maupun fungisida secara berkala agar
terhindar dari penyakit. Pemangkasan ranting tidak perlu dilakukan,
namun jika dilakukan maka akan lebih baik dalam menghasilkan batang
pohon.
tanaman jabon ini bisa kita manfaatkan
sebagai tanaman untuk konservasi di lahan kritis, untuk lahan kritis
sangat membutuhkan unsur hara,tetapi karena lahan sudah mengalami
kekurangan unsur hara maka bisa kita siapkan tipsnya yang ideal antara
lain : Pertama siapkan lubang tanam ukuran 35x35x35 cm.
Kedua siapkan tanah yang diambil dari
lahan yang subur ,yang diambil dari lapisan tanah atas atau top soil
dari kebun atau hutan,tanah ini sangat banyak mengandung bakteri
pengurai atau jamur mikoriza alami ,selain itu bisa diambil dari bawah
pohon yang besar,seperti yang diketahui bahwa mikoriza bersimbiosis
dengan akar sehingga menjaga kelembaban dimasa kekeringan dan cukup
dibutukkan sekali seumur hidup tanaman. ( sumber dari BIOTEK LIPI ).
Penggunaan lapisan Top soil ini minimal 2
kg per lubang dicampurkan pada saat tanam. Penggunaan Furadan atau
diazinon sebagai pencegah uret dan nematoda akar,seperti yang diketahui
bahwa akar jabon sangat banyak yang serabut kecil sehingga rawan dimakan
uret tanah dan nematoda, nematoda ini bila tidak ditangani di beberapa
kejadian bisa menimbulkan “Sudden death ” atau kematian mendadak yang
ditandai dengan pengguguran daun secara frontal.
untuk tahap pertama dibutuhkan npk 2
sendok makan per lubang,sebagai pemicu jabon tumbuh di lahan
kritis.pupuk kandang bisa diberikan sesudahnya dengan dosis 3 kg per
tanaman setiap 6 bulan sekali, untuk tahap awal penanaman pupuk kandang
matang 2 kg per lubang. demikianlah tips penanaman jabon dilahan kritis.
tabel contoh penggunaan mikoriza
Apa saja kelebihan jabon?
Banyak sekali kelebihan jabon dibanding dengan pohon kayu lain misalnya kita bandingkan dengan sengon, diantaranya.
1. Daunnya tidak disukai ternak, sehingga tidak perlu khawatir terjadi pencurian daun.
2. Daun jabon akan rontok sendiri, itu akan membuat kayu jabon lurus rata ke atas tidak ada benjolan.
3. Seperti di sebutkan di atas, tidak dihinggapi tumor karat.
4. Kayu jabon juga lebih banyak manfaatnya
dibanding kayu sengon, lebih banyak diserap oleh banyak industri
diantaranya kayu lapis, industri meubel, Tripleks, pulp, Papan, produsen
peti buah, Alas sepatu, mainan anak-anak dan korek api.
5. Perawatan lebih mudah.
6. Dapat bertumbuh di berbagai jenis tanah seperti; tanah liat, tanah lempung atau pun tanah berbatu.
7. Pertumbuhan lebih cepat ( Siap panen umur 4 – 5 tahun ).
Di bawah ini tulisan mengenai Jabon
Merupakan salah satu jenis kayu / pohon
yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis
dengan ekologi tumbuh pada :
Ketinggian : 10-2000m dpl
Curah hujan : 1250-3000m/th
Perkiraan suhu :100 C – 400 C
Kondisi tanah (PH) :4,5 – 7,5.
Jabon memiliki beberapa keunggulan
dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya, termasuk albasia (sengon).
Dari hasil uji coba yang telah kami lakukan, keunggulan tanaman jabon
dapat diuraikan dari beberapa kriteria, diantaranya sebagai berikut :
• PERTUMBUHAN
Pertumbuhan pohon jabon sangat cepat bila dibandingkan dengan jenis kayu keras lainnya :
1. diameter batang dapat tumbuh berkisar 10cm/th
2. tinggi batang pada usia 12 tahun dapat mencapai 20 meter, sehingga pada usia 6-8 tahun sudah dapat dipanen.
• BATANG
1. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
2. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri
• PENANAMAN dan PERAWATAN
Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang dan tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya.
• PEMASARAN
Karena jenisnya yang berwarna putih agak
kekuningan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan
pada industri kayu lapis (plywood), bahan baku meubel dan furniture,
serta bahan bangunan non kontruksi.
Keunggulan inilah yang membuat pemasaran
kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan industri kayu
lapis siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.
• NILAI EKONOMIS
Budidaya tanaman jabon akan memberikan
berbagai keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara
serius dan benar. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada
tanaman jabon setelah dipanen pada usia 8-10 tahun ( Asumsi Harga
terendah, dan batang terkecil) pada setiap batang kayu jabon diperoleh :
- tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12m
- diameter batang rata-rata 30 cm
Maka dari tiap batang pohon jabon
menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga
perkubik saat ini Rp 1.000.000,00
Sehingga harga terendah 1 batang pohon jabon usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 1.500.000,00
• INFORMASI
Harga kayu jabon perkubik pada tahun 2009 :
1.middle 30-39 Rp 1.000.000
2.middle 40-49 Rp 1.100.000
3.middle 50 up Rp 1.200.000
Harga ini diprediksi akan mengalami
kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan / permintaan yang semakin
bertambah tiap tahunnya, sedangkan persediaan kayu jabon semakin lama
semakin terbatas.
Dalam 1 Ha lahan, dapat ditanam sebanyak 500 batang bibit jabon dengan jarak 4×5 m.
Prediksi Hasil :
1 HA 800 Pohon dengan Masa Panen 5-6 Thn
Dia.25 CM ,Tinggi 16 meter
Menghasilkan kayu lebih kurang 320 m3
Prediksi Harga 1,2 juta x 300 m3
Maka diperoleh Hasil Rp. 384.000.000,00/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar