Jakarta - Seks saat hamil sering menjadi pertanyaan
baik suami maupun istri. Mulai dari amankah bercinta jika kehamilan baru
trimester pertama, posisi apa yang sebaiknya dipilih dan masih banyak
lagi. Berikut ini penjelasan untuk menjawab keraguan tersebut.
Dokter
kandungan di Montefiore Medical Center, New York, Monica Foreman,
menjelaskan saat kehamilan memasuki trimester pertama banyak wanita
mengeluhkan tidak ada gairah untuk bercinta. "Keluhan ini terjadi karena
pada masa tersebut wanita merasa mudah lelah dan sering mual," ujarnya
seperti dikutip Web MD.
Namun tidak semua wanita merasakan hal
tersebut. Perubahan hormon yang terjadi saat hamil bisa juga menyebabkan
wanita menjadi lebih bergairah. Sehingga wanita yang mengalami ini
gairah bercintanya tetap sama seperti sebelum hamil atau malah bertambah
besar.
Bagaimana jika gairah bercinta benar-benar hilang saat
Anda hamil muda? Monica menyarankan luangkan waktu untuk melakukan
aktivitas yang berhubungan dengan keintiman. Intim tidak selalu harus
bercinta. Perasaan cinta dan kasih sayang bisa diekspresikan dengan
banyak cara seperti berciuman dan berpelukan. Coba nikmati waktu berduan
dengan berjalan-jalan, candle light dinner atau memijat punggung satu
sama lain.
Kehilangan gairah bercinta ini sebenarnya juga bukan
hanya terjadi pada wanita. Para suami pun bisa merasakannya.
Kekhawatiran akan menyakiti bayi atau menyebabkan keguguran dapat
membuat pria takut untuk berhubungan seks dengan pasangannya.
Apakah
memang benar seks di trimester pertama bisa menyebabkan keguguran?
Selama Anda tidak mengalami komplikasi, seks seharusnya bukan hal yang
berisiko untuk dilakukan. Yang perlu Anda pahami, janin dilindungi
selaput ketuban yang berisi cairan amnion dan plasenta serta otot rahim
yang kuat. Sehingga ketika bercinta, hubungan seks tersebut tidak akan
menggangu janin.
Tentu saja tidak semua wanita hamil bisa
bercinta dengan aman. Ada kondisi-kondisi kehamilan tertentu yang bisa
membuat seks menjadi terlarang untuk dilakukan. Seperti dipaparkan Baby
Centre, biasanya dokter akan melarang pasangan untuk bercinta jika Anda:
1. Menderita plasenta previa (plasenta terletak di dekat atau di atas leher rahim)
2. Berisiko keguguran
3. Pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
4. Sering kram perut.
5. Plasenta menutupi sebagian leher rahim
6. Bermasalah pada rahim.
7. Membran amnion (selaput ketuban) pecah.
Masih
ada kondisi-kondisi lainnya yang biasanya akan disarankan dokter
kandungan Anda untuk berhenti bercinta. Misalnya saja jika Anda punya
sejarah melahirkan spontan pada kehamilan sebelumnya. Ketika hal itu
terjadi, biasanya Anda akan disarankan untuk tidak berhubungan seks dulu
di trimester kedua atau ketiga hingga minggu ke-37.
Apapun
kondisi Anda selama kehamilan, jangan pernah takut atau malu untuk
berkonsultasi dengan dokter kandungan. Kalau dokter menasihati Anda
untuk berhenti bercinta, pastikan Anda mendengarkan dengan baik
penjelasannya.